Gempa di Yogyakarta terjadi tanggal 27 Mei 2006 sekitar
jam 6/ 2 tahun yang lalu.Setelah tanggal 27 Mei itu aku ulang tahun yang ke
delapan.Sedihnya aku hari itu.Saat gempa terjadi aku sedang menunggu adikku
yang ke dua yang namanya dik Syifa.Adikku yang ke satu yang namanya dik Hana
sedang menggambil dompet di kamarnya.Bapakku lagi di kamar tamu.Ibuku mau masak
telur.Saat gempa terjadi adikku Hana sempat jatuh.Kalau adikku Syifa digendong
sama bapakku.Semua cepat-cepat keluar dari rumah.Tetanggaku semua juga
berlarian ke luar rumah.Saat sampai di luar rumah gempa telah berhenti.Gempa
itu besarnya sekitar ± 5,… skala liter.Besar juga ya gempanya.Semua keluarga
yang berada di perumahanku tetap berwaspada kadang-kadang ada gempa susulan.
Aku mau sekolah diantar bapakku di SD Suronatan saat
itu aku baru kelas 2 SD.Di perjalanan aku melihat banyak bangunan yang
roboh.Sedihnya aku melihat kejadian itu.Sesampai di sekolah,sekolahnya sepi
sekali.Terus aku dan bapakku kembali kerumah.Sampai di rumah aku ganti baju dan
sempat mendengar kabar orang-orang yang berlarian dan berkata “tsunami-tsunami
sudah sampai depan pintu perumahanku”.Setalah ada kabar tersebut aku tetap
tidak akan pergi dari rumah bersama keluargaku karena keluargaku mendengar berita
di radio bahwa itu hanya ISU…ISU dan ISU.Jika keluargaku menuruti kalau ada
tsunami keluargaku tergesa-gesa dan keluargaku lupa mengunci pintu dan itu
kesempatan maling-maling itu mencuri di rumah penduduk.
Pada siang hari aku makan siang di garasi rumahku
lauknya cumi-cumi.Sehabis makan aku bermain rancangan bangunan bersama temanku
yang bernama Opik dan adikku Hana di garasi juga.Sorenya aku mandi dengan
deg-degan karena takut ada gempa susulan.Malamnya aku merasa tidak enak karena
tidurnya di kamar tamu setelah itu sekitar tengah malam ada gempa susulan
lagi.Akhirnya aku terpaksa tidurnya di mobil xenia.Tidurnya aku di paling
belakang.Adikku dua-duanya di tengah yang ditunggu ibuku.Bapakku dan
bapak-bapak tetangga begadang jaga-jaga kalau ada gempa susulan.
Keesokan harinya aku ulang tahun
yang ke delapan.Senang dan sedih bercampur menjadi satu.Aku harus bersyukur
kepada Allah karena rumahku hanya retak-retak saja.Terima kasih Allah.
Seminggu
kemudian aku sudah masuk sekolah seperti biasa dan di sekolah masih ada gempa
susulan.Aku,temanku,keluargaku masih trauma Cuma ada mobil lewat aja keluar
rumah.Tapi sekarang aku sudah tidak trauma lagi.Aku kasihan sama temanku yang
di sekolah rumahnya roboh tapi akhirnya dikasih bantuan sama sekolah.Setelah
pulang sekolah aku masih melihat bangunan-bangunan yang roboh belum diperbaiki.
Hari cepat berlalu akhirnya sudah hari Minggu
aku,adik-adikku,bapak,ibu pergi berkeliling-keliling kota melihat keadaan kota
Yogyakartaku.Pertama aku ke Bantul ke tempat temennya bapakku yang bernama Pak
Pur.Aku mencari-cari rumahnya tetap tidak ketemu.Akhirnya aku ketemu juga
rumahnya tetapi telah roboh.Rumahnya sudah hancur lebur dan banyak tenda yang
berjejeran rapi disana.Sempat aku disuguhi makanan dari Pak Pur.Pak Pur juga
bercerita kejadiannya seperti apa.Untungnya tidak ada korban jiwa di
daerahnya.Aku beranjak ke mobil untuk ke rumah temen bapakku lagi yang namanya
Pak Jazaul.Diperjalanan aku melihat tidak ada rumah berdiri kokoh.Setalah sampai
aku dan keluargaku mengasih bantuan berupa uang.Rumahnya hanya sedikit yang
tidak roboh.Sedihnya aku saat itu.
Aku akan berkeliling lagi di seluruh
Bantul.Kadang-kadang hanya aku,bapakku,dan adikku Hana yang melihat-lihat tapi
Cuma sampai di Godean saja dengan menaiki montor.Ya Allah terima kasih telah
melindungi aku dan keluargaku.Tolong ya Allah berilah dia yang mendapat
cobaanmu bersabar.
TAMAT
JSELAMAT MEMBACAJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar