Selasa, 26 Juni 2012

gempa di yogyakarta T_T



         Gempa di Yogyakarta terjadi tanggal 27 Mei 2006 sekitar jam 6/ 2 tahun yang lalu.Setelah tanggal 27 Mei itu aku ulang tahun yang ke delapan.Sedihnya aku hari itu.Saat gempa terjadi aku sedang menunggu adikku yang ke dua yang namanya dik Syifa.Adikku yang ke satu yang namanya dik Hana sedang menggambil dompet di kamarnya.Bapakku lagi di kamar tamu.Ibuku mau masak telur.Saat gempa terjadi adikku Hana sempat jatuh.Kalau adikku Syifa digendong sama bapakku.Semua cepat-cepat keluar dari rumah.Tetanggaku semua juga berlarian ke luar rumah.Saat sampai di luar rumah gempa telah berhenti.Gempa itu besarnya sekitar ± 5,… skala liter.Besar juga ya gempanya.Semua keluarga yang berada di perumahanku tetap berwaspada kadang-kadang ada gempa susulan.     
    Aku mau sekolah diantar bapakku di SD Suronatan saat itu aku baru kelas 2 SD.Di perjalanan aku melihat banyak bangunan yang roboh.Sedihnya aku melihat kejadian itu.Sesampai di sekolah,sekolahnya sepi sekali.Terus aku dan bapakku kembali kerumah.Sampai di rumah aku ganti baju dan sempat mendengar kabar orang-orang yang berlarian dan berkata “tsunami-tsunami sudah sampai depan pintu perumahanku”.Setalah ada kabar tersebut aku tetap tidak akan pergi dari rumah bersama keluargaku karena keluargaku mendengar berita di radio bahwa itu hanya ISU…ISU dan ISU.Jika keluargaku menuruti kalau ada tsunami keluargaku tergesa-gesa dan keluargaku lupa mengunci pintu dan itu kesempatan maling-maling itu mencuri di rumah penduduk.   
          Pada siang hari aku makan siang di garasi rumahku lauknya cumi-cumi.Sehabis makan aku bermain rancangan bangunan bersama temanku yang bernama Opik dan adikku Hana di garasi juga.Sorenya aku mandi dengan deg-degan karena takut ada gempa susulan.Malamnya aku merasa tidak enak karena tidurnya di kamar tamu setelah itu sekitar tengah malam ada gempa susulan lagi.Akhirnya aku terpaksa tidurnya di mobil xenia.Tidurnya aku di paling belakang.Adikku dua-duanya di tengah yang ditunggu ibuku.Bapakku dan bapak-bapak tetangga begadang jaga-jaga kalau ada gempa susulan.   
              Keesokan harinya aku ulang tahun yang ke delapan.Senang dan sedih bercampur menjadi satu.Aku harus bersyukur kepada Allah karena rumahku hanya retak-retak saja.Terima kasih Allah.      
      Seminggu kemudian aku sudah masuk sekolah seperti biasa dan di sekolah masih ada gempa susulan.Aku,temanku,keluargaku masih trauma Cuma ada mobil lewat aja keluar rumah.Tapi sekarang aku sudah tidak trauma lagi.Aku kasihan sama temanku yang di sekolah rumahnya roboh tapi akhirnya dikasih bantuan sama sekolah.Setelah pulang sekolah aku masih melihat bangunan-bangunan yang roboh belum diperbaiki.
               Hari cepat berlalu akhirnya sudah hari Minggu aku,adik-adikku,bapak,ibu pergi berkeliling-keliling kota melihat keadaan kota Yogyakartaku.Pertama aku ke Bantul ke tempat temennya bapakku yang bernama Pak Pur.Aku mencari-cari rumahnya tetap tidak ketemu.Akhirnya aku ketemu juga rumahnya tetapi telah roboh.Rumahnya sudah hancur lebur dan banyak tenda yang berjejeran rapi disana.Sempat aku disuguhi makanan dari Pak Pur.Pak Pur juga bercerita kejadiannya seperti apa.Untungnya tidak ada korban jiwa di daerahnya.Aku beranjak ke mobil untuk ke rumah temen bapakku lagi yang namanya Pak Jazaul.Diperjalanan aku melihat tidak ada rumah berdiri kokoh.Setalah sampai aku dan keluargaku mengasih bantuan berupa uang.Rumahnya hanya sedikit yang tidak roboh.Sedihnya aku saat itu.      
       Aku akan berkeliling lagi di seluruh Bantul.Kadang-kadang hanya aku,bapakku,dan adikku Hana yang melihat-lihat tapi Cuma sampai di Godean saja dengan menaiki montor.Ya Allah terima kasih telah melindungi aku dan keluargaku.Tolong ya Allah berilah dia yang mendapat cobaanmu bersabar.

TAMAT

                                          JSELAMAT MEMBACAJ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar