Selasa, 24 Juli 2012

go green friends! don't destroyed the jungle!




                Bangun!...  Ayo  bangun!...  Udah  pagi  ni.
Roky  terbangun  dari  mimpinya.  Hem…sebelumnya  perkenalkan  dulu  ya.  Namanya  Roky.  Ia  adalah  anak  tunggal.  Ia  penyanyang  tumbuhan.  Ia  juga  penggerak  gerakan  go  green  friends  di  sekolahnya.  Ia  suka  pelajaran  yang  menyangkut  lingkungan  sekitar  kita.  Ia  sangat  pemberani.  Pokoknya,  ia  top  deh.  Ia  sekolah  di  sekolah  alam  Al  muttaqin.  Kembali  ke  cerita,  setelah  bangun,  Roky  mengambil  air  wudhu  lalu  sholat  shubbuh  berjamaah  dengan  keluarganya.  Setelah  itu,  seperti  biasanya,  dia  mandi  dan  sarapan  secukupnya.  Dia  selalu  semangat  ke  sekolahnya,  apalagi  sekolah  Roky  itu  sekolah  alam  sesuai  dengan  kepribadiannya  (penyanyang  tumbuhan).  Dia  berangkat  menggunakan  pakaian  bebas  dan  di  sekolahnya  itu  langsung  belajar  mengenai  alam,  tidak  hanya  di  sebuah   kotak  besar  yang  tertutup  (kelas).  Jadi,  dia  selalu  belajar  di  luar  ruangan.  Bukan  karena  sekolahnya  itu  tidak  mempunyai  kelas,  tapi  memang  konsep  sekolahnya  itu  begitu. Jadi,  Roky  senang  dan  betah  banget  di  sekolah  ini  (sekolah  alam  Al  muttaqin).  Dia  mempunyai  kelompok  pemerhati  lingkungan  di  sekolahnya  dan  bermarkas  di  rumah  pohon  belakang  sekolah.  Setiap  istirahat  dan  sepulang  sekolah,  mereka  selalu  menyempatkan  ke  markas  tersebut.  Namanya  aja  kelompok  go  green  friends,  jadi  kelompok  tersebut  sering  melakukan  suatu  proyek  besar  untuk  menjaga  keseimbangan  lingkungan  sekitarnya  dengan  cara  mengajak  seluruh  murid  sekolah  alam  al-mutaqqin  untuk  lebih  menjaga  alam  lagi.  Mereka  sudah  banyak  sekali  proyek  yang  mereka  lakukan,  diantaranya  :  dengan  menanam  pohon  di  sekolah  mereka,  juga  menanam  pohon  di  desa  sekitar  sekolah,  penggerak  lingkungan  sehat  (membersihkan  sampah  yang  berserakan),  dll  sebagainya.  Kepala  sekolah  dan  guru-guru  pun  turut  membantu  gerakan  go  green  friends  tersebut  dan  sekolah  siap  membantu  biaya  yang  dikeluarkan.  Masyarakat  sekitar  pun  sangat  setuju  dengan  gerakan  tersebut  dan  ikut  berpastisipasi  juga.  Semua  yang  dilakukan  gerakan  go  green  friends  ini  akan  berhasil  berkat  Roky,  Nadya,  Divo,  Nayla,  Lisa,  Andi,  juga  semua  murid, kepala sekolah,  guru,  dan  seluruh  masyarakat  sekitar  sekolah  alam  al  mutaqqin.
                                                   Hari  ini,  adalah  hari  yang  sangat  bersejarah  untuk  sekolah  alam  al  mutaqqin,  karena  lagi-lagi  gerakan  go  green  friends  mengadakan  proyek ,  yaitu  dengan  menanam  pohon  di  hutan  yang  dulu  terkenal  asri  sekarang  menjadi  kurang  asri  karena  banyak  penebang  pohon  yang  datang  menuju  hutan  tersebut  dan  menebang  pohonnya  secara  liar.  Aduh…  kok ditebangi sih?  Kasihan kan pohonnya,  nangis nanti.  Gerakan  go  green  friends  mengadakan  kemah  di  hutan  tersebut.  Yang  mengikuti  gerakan  ini  adalah  Roky,  Divo,  Nayla,  Nadya,  Lisa,  Andi,  meraka  semua  adalah  sahabat  sejati  sekaligus  pendiri  dan  penggerak  gerakan  go  green  friends.  Sebenarnya,  mereka  semua  itu  hanya  iseng-iseng  saja  membentuk  gerakan  tersebut,  tetapi  ternyata  banyak  menimbulkan  hasil  yang  positif  bagi  mereka  semua  dan  seluruh  makhluk  hidup  di  sekitarnya.  Dan  pada  hari  ini,  adalah  hal  yang  baru  pertama  kali  mereka  lakukan, menanam pohon dan kemah di tempat yang bukan sekitar sekolah. Mereka juga ditemani bapak kepala sekolah, 3 guru pendamping, dan seluruh ketua kelas sekolah alam al mutaqqin.
                                                   Setelah sampai di hutan, mereka semua bergegas menentukan tempat untuk berkemah. Setiap tenda, isinya 3 orang, karena tendanya memang kecil. Divo, Roky, dan Andi berada 1 tenda sedangkan Nayla, Nadya, dan Lisa juga berada 1 tenda. Tenda mereka saling bersebelahan. Setelah tenda selesai mereka buat, mereka menyiapkan bibit tumbuhan yang akan ditanam di lahan kosong samping perkemahan. Begitu juga murid-murid yang lain dengan didampingi guru-guru dan bapak kepala sekolah. Acara tersebut dipimpin oleh bapak kepala sekolah. Sebelum penanaman dimulai, bapak kepala sekolah membuka acaranya dulu dengan doa bersama agar acara ini berjalan lancar, sukses, dan bermanfaat. Setelah berdoa, mereka memulai menanam bibit-bibit di lahan tersebut.
Mereka menanam sambil berteriak “Go Green Friends, Allahu Akbar!” berulang-ulang kali. Tanpa terasa, sudah pukul 3 sore, mereka semua mulai membersihkan diri dan melanjutkan penanaman tersebut besok. Mereka semua membersihkan badan di sungai yang agak jauh dari perkemahan yang jernih dan bersih. Setelah badan mereka semua bersih, mereka kembali ke perkemahan. Kecuali Roky dan kawan-kawan karena mereka masih asyik main di sungai tersebut. Setelah menyadari bahwa hari sudah maghrib, mereka lalu menyudahi permainan dan menuju ke tempat perkemahan menyusul yang lainnya.
                                                   Mereka jadi kesulitan menentukan jalan pulang ke perkemahan karena tempatnya gelap dan sudah maghrib. Yang bawa senter pun hanya Roky, jadi belum cukup peneranganya jika hanya ada 1 senter. Mereka semua pun lupa jalan pulangnya karena memang agak jauh jaraknya perkemahan dan sungai. Sedangkan tadi saat berangkat, mereka berangkat bersama-sama jadi tau jalannya. Sedangkan pas pulang, mereka hanya ber-6 dan mereka semua lupa jalan pulangnya. Haduh…gimana nih?... Jadi bisa dikatakan bahwa mereka semua itu tersesat. Mereka pun asal saja mencari jalan dengan 1 senter tersebut. Dan tak lama kemudian mereka melihat ada tempat yang bercahaya. Di sana juga ada 3 orang dewasa, 2 laki-laki dan 1 perempuan dan seorang anak seumuran Roky dan juga laki-laki. Mereka semua lagi bersenang-senang bersama. Diperkerikan 1 laki-laki dan 1 peremuan dewasa dan seorang anak laki-laki itu keluarga. Dan di samping rumah itu, ada tumpukan balok-balok kayu yang cukup banyak dan juga banyak berserakan sampah-sampah di sekitar rumah itu.
“Ataukah mereka penebang hutan?” tanya Roky kepada teman-temannya.
“Hem…gak tau Rok, sepertinya sih begitu sih.” jawab Nadya si cantik jelita.
 “Oh, tidaaak…” teriak Divo yang memang orang paling penakut di antara mereka semua. Teriakan Divo pun terdengar oleh anak laki-laki di rumah itu dan anak laki-laki itu berlari menuju bapaknya dan berkata “Ada penyeludup di situ bapak.”
Bapaknya pun langsung berlari dan berhasil menangkap Roky dan kawan-kawanya. Anak laki-laki itu pun tertawa terbahak-bahak mengejek Roky dan kawan-kawannya. Mereka disekap di samping rumah dekat kumpulan balok-balok kayu itu.
                                                   Jam tangan Nadya sudah menunjukkan pukul 9, para penjahat itu segera masuk ke rumahnya tak terkecuali anaknya.
“Ternyata, anak itu juga jahat sekali, aku kira orang tuanya yang jahat, ternyata anak itu juga.” kata Nayla kesal.
“Iya.” Jawab Andi.
“Sudah, sudah, sekarang gimana nih cara kita pergi dari tempat ini?huft…” tanya Lisa.
“Hem…” jawab kawan-kawan Lisa.
 1 jam kemudian, ada seseorang yang keluar dari rumah, ternyata anak laki-laki itu.
“Mau apa dia?huft…sebel.” Roky berkata.
 “Entahlah.” jawab Nadya.
Anak itu mendekati Roky dan teman-temannya.
 “Hai, kasihan ya kalian, haha, makanya jangan menyeludup! Sekarang tau rasa deh.” kata anak laki-laki itu mengejek.
 Mereka semua menahan amarah, sabar, tak menghiraukannya lagi. Dari samping, ada pohon besar yang memliki ranting yang cukup panjang lalu menolong Roky dan ke-5 temannya. Anak laki-laki itu heran, karena ada pohon yang menolong orang, Roky dan teman-temannya pun juga heran. Anak laki-laki itu pun dipegang sama pohon itu dan sekarang sudah berada di atas pohon, karena diangkat oleh pohon itu. Anak laki-laki itu menangis.
Pada saat itu juga, pohonnya berbicara “Em…makanya jangan suka menebang liar kami. Kami, para pohon sangat tersiksa. Anak-anakku yang masih kecil ditebang, tinggal aku sendiri dan teman-temannku yang menunggu untuk ditebang. Oh, manusia teganya pada keluarga kami. Dan para manusia pada membuang sampah di tempat kami. Kami, para pohon pada sakit, karena banyak sampah berada di sekitar kami. Sama seperti manusia, pohon juga bisa sakit. Tetapi, juga ada manusia yang peduli sama kami. Mereka menanam pohon dan membuang sampah di tempatya. Walaupun pohon tidak bisa melawan manusia, tapi tolong, haragailah kami! Aku tau, memang pohon ada saatnya untuk ditebang, tetapi menebangnya pilih-pilih, bukan yang masih kecil yang ditebang. Aku yang pantas ditebang bukan anakku! Hiks… Walaupun para manusia sudah tau akibatnya tebang liar, tapi masih ada juga manusia yang menebang dengan liar.”
 Mereka semua terharu, tak terkecuali anak laki-laki itu dan para dewasa di rumah itu.
 Anak laki-laki itu memeluk pohon itu dan berkata “Maafin aku pohon, aku berjanji, aku enggak akan melakukan ini lagi, selamanya, aku janji pohon! Janji!”
Orang tuanya pun akhirnya muncul juga dan juga memeluk pohon itu. 2 guru pendamping pun muncul seketika bersama 3 polisi. Roky dan kawan-kawannya bingung semua dengan kejadian ini.
“Pak polisi…” kata salah 1 guru.
“Iya, ada apa pak?” jawab polisi itu.
 “Gini pak, apa lebih baik anak penebang liar ini kami bawa ke asrama sekolah alam al muttaqin ya? Nanti kami yakin, dia akan lebih baik dari sekarang ini. “ kata Pak Guru.
 “Wah, boleh tuh, anaknya mau nggak?” tanya Pak Polisi.
Anaknya pun mengangguk, orang tuanya juga mengangguk. Pak Polisi menangkap orang tua anak itu dan 1 laki-laki dewasa sedangkan anak itu berubah dan sekarang menjadi sahabat dengan Roky dan kawan-kawan dan mengikuti gerakan go green friends.

Nb :        ternyata yang membuat pohon bergerak dan berbicara itu adalah Pak Polisi dan guru.
              Haha…Tetapi tidak ada yang tau itu, yang tau hanya Pak Polisi dan guru. Jadi, itu bukan
keajaiban kan? Tapi bagaimanana ya caranya menggerakan ranting itu? Tanya aja sama    Pak    Polisi dan gurunya ya! Pasti mereka njawabnya “Rahasia” Haha… Yang penting bisa membuat seseorang sayang sama bumi kita. Makanya kita harus SAYANG SAMA BUMI  YA!  

                                                  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar