Bangun!... Ayo bangun!... Udah pagi
ni.
Roky terbangun dari mimpinya.
Hem…sebelumnya perkenalkan dulu ya. Namanya
Roky. Ia adalah anak
tunggal. Ia penyanyang tumbuhan. Ia juga
penggerak gerakan go green
friends di sekolahnya.
Ia suka pelajaran
yang menyangkut lingkungan sekitar kita. Ia sangat pemberani. Pokoknya, ia
top deh. Ia sekolah
di sekolah alam Al
muttaqin. Kembali ke cerita,
setelah
bangun, Roky mengambil air wudhu
lalu sholat shubbuh
berjamaah dengan keluarganya.
Setelah itu, seperti
biasanya, dia mandi dan sarapan secukupnya. Dia selalu
semangat ke sekolahnya, apalagi sekolah Roky itu sekolah alam sesuai
dengan kepribadiannya (penyanyang tumbuhan). Dia berangkat
menggunakan pakaian bebas dan di sekolahnya itu langsung belajar mengenai alam, tidak
hanya di sebuah kotak besar yang
tertutup (kelas). Jadi, dia
selalu belajar di luar
ruangan. Bukan karena sekolahnya itu tidak
mempunyai kelas, tapi memang
konsep sekolahnya itu begitu.
Jadi, Roky senang dan
betah banget di sekolah
ini (sekolah alam Al
muttaqin). Dia mempunyai kelompok pemerhati lingkungan di sekolahnya dan bermarkas
di rumah pohon belakang sekolah. Setiap istirahat
dan sepulang sekolah, mereka selalu
menyempatkan ke markas tersebut. Namanya aja kelompok
go green friends,
jadi kelompok tersebut sering
melakukan suatu proyek besar
untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekitarnya dengan cara mengajak
seluruh murid sekolah
alam al-mutaqqin untuk lebih
menjaga alam lagi. Mereka
sudah banyak sekali proyek yang
mereka lakukan, diantaranya : dengan
menanam pohon di
sekolah mereka, juga menanam
pohon di desa
sekitar sekolah, penggerak lingkungan sehat (membersihkan
sampah yang berserakan), dll sebagainya.
Kepala sekolah dan guru-guru pun turut membantu
gerakan go green
friends tersebut dan sekolah siap membantu
biaya yang dikeluarkan.
Masyarakat sekitar pun sangat
setuju dengan gerakan
tersebut
dan ikut berpastisipasi juga. Semua yang dilakukan
gerakan go green friends ini akan
berhasil berkat Roky, Nadya,
Divo, Nayla, Lisa, Andi,
juga semua murid,
kepala sekolah, guru, dan seluruh
masyarakat sekitar sekolah alam al
mutaqqin.
Hari ini, adalah hari yang sangat bersejarah untuk sekolah alam al
mutaqqin, karena lagi-lagi gerakan go green friends mengadakan proyek , yaitu dengan
menanam pohon di hutan yang
dulu terkenal asri sekarang
menjadi kurang asri karena
banyak penebang pohon yang datang
menuju hutan tersebut dan menebang
pohonnya secara liar. Aduh…
kok ditebangi sih? Kasihan kan
pohonnya, nangis nanti. Gerakan go green
friends mengadakan kemah di hutan tersebut. Yang mengikuti
gerakan ini adalah
Roky, Divo, Nayla,
Nadya, Lisa, Andi,
meraka semua adalah sahabat
sejati sekaligus pendiri dan penggerak gerakan go green
friends.
Sebenarnya, mereka semua itu hanya
iseng-iseng saja membentuk
gerakan tersebut, tetapi ternyata
banyak menimbulkan hasil yang
positif bagi mereka
semua dan seluruh
makhluk hidup di
sekitarnya. Dan pada
hari ini, adalah hal yang baru pertama
kali mereka lakukan,
menanam pohon dan kemah di tempat yang bukan sekitar sekolah. Mereka juga
ditemani bapak kepala sekolah, 3 guru pendamping, dan seluruh ketua kelas
sekolah alam al mutaqqin.
Setelah sampai di hutan, mereka semua bergegas menentukan
tempat untuk berkemah. Setiap tenda, isinya 3 orang, karena tendanya memang
kecil. Divo, Roky, dan Andi berada 1 tenda sedangkan Nayla, Nadya, dan Lisa
juga berada 1 tenda. Tenda mereka saling bersebelahan. Setelah tenda selesai mereka
buat, mereka menyiapkan bibit tumbuhan yang akan ditanam di lahan kosong
samping perkemahan. Begitu juga murid-murid yang lain dengan didampingi
guru-guru dan bapak kepala sekolah. Acara tersebut dipimpin oleh bapak kepala
sekolah. Sebelum penanaman dimulai, bapak kepala sekolah membuka acaranya dulu
dengan doa bersama agar acara ini berjalan lancar, sukses, dan bermanfaat.
Setelah berdoa, mereka memulai menanam bibit-bibit di lahan tersebut.
Mereka menanam sambil berteriak
“Go Green Friends, Allahu Akbar!” berulang-ulang kali. Tanpa terasa, sudah
pukul 3 sore, mereka semua mulai membersihkan diri dan melanjutkan penanaman
tersebut besok. Mereka semua membersihkan badan di sungai yang agak jauh dari perkemahan
yang jernih dan bersih. Setelah badan mereka semua bersih, mereka kembali ke
perkemahan. Kecuali Roky dan kawan-kawan karena mereka masih asyik main di
sungai tersebut. Setelah menyadari bahwa hari sudah maghrib, mereka lalu
menyudahi permainan dan menuju ke tempat perkemahan menyusul yang lainnya.
Mereka jadi kesulitan menentukan
jalan pulang ke perkemahan karena tempatnya gelap dan sudah maghrib. Yang bawa
senter pun hanya Roky, jadi belum cukup peneranganya jika hanya ada 1 senter.
Mereka semua pun lupa jalan pulangnya karena memang agak jauh jaraknya
perkemahan dan sungai. Sedangkan tadi saat berangkat, mereka berangkat
bersama-sama jadi tau jalannya. Sedangkan pas pulang, mereka hanya ber-6 dan
mereka semua lupa jalan pulangnya. Haduh…gimana nih?... Jadi bisa dikatakan
bahwa mereka semua itu tersesat. Mereka pun asal saja mencari jalan dengan 1
senter tersebut. Dan tak lama kemudian mereka melihat ada tempat yang bercahaya.
Di sana juga ada 3 orang dewasa, 2 laki-laki dan 1 perempuan dan seorang anak
seumuran Roky dan juga laki-laki. Mereka semua lagi bersenang-senang bersama.
Diperkerikan 1 laki-laki dan 1 peremuan dewasa dan seorang anak laki-laki itu
keluarga. Dan di samping rumah itu, ada tumpukan balok-balok kayu yang cukup
banyak dan juga banyak berserakan sampah-sampah di sekitar rumah itu.
“Ataukah mereka penebang hutan?”
tanya Roky kepada teman-temannya.
“Hem…gak tau Rok, sepertinya sih
begitu sih.” jawab Nadya si cantik jelita.
“Oh, tidaaak…” teriak Divo yang memang orang
paling penakut di antara mereka semua. Teriakan Divo pun terdengar oleh anak
laki-laki di rumah itu dan anak laki-laki itu berlari menuju bapaknya dan
berkata “Ada penyeludup di situ bapak.”
Bapaknya pun langsung berlari dan
berhasil menangkap Roky dan kawan-kawanya. Anak laki-laki itu pun tertawa
terbahak-bahak mengejek Roky dan kawan-kawannya. Mereka disekap di samping
rumah dekat kumpulan balok-balok kayu itu.
Jam tangan Nadya sudah
menunjukkan pukul 9, para penjahat itu segera masuk ke rumahnya tak terkecuali
anaknya.
“Ternyata, anak itu juga jahat
sekali, aku kira orang tuanya yang jahat, ternyata anak itu juga.” kata Nayla
kesal.
“Iya.” Jawab Andi.
“Sudah, sudah, sekarang gimana nih
cara kita pergi dari tempat ini?huft…” tanya Lisa.
“Hem…” jawab kawan-kawan Lisa.
1 jam kemudian, ada seseorang yang keluar dari
rumah, ternyata anak laki-laki itu.
“Mau apa dia?huft…sebel.” Roky
berkata.
“Entahlah.” jawab Nadya.
Anak itu mendekati Roky dan
teman-temannya.
“Hai, kasihan ya kalian, haha, makanya jangan
menyeludup! Sekarang tau rasa deh.” kata anak laki-laki itu mengejek.
Mereka semua menahan amarah, sabar, tak
menghiraukannya lagi. Dari samping, ada pohon besar yang memliki ranting yang
cukup panjang lalu menolong Roky dan ke-5 temannya. Anak laki-laki itu heran,
karena ada pohon yang menolong orang, Roky dan teman-temannya pun juga heran.
Anak laki-laki itu pun dipegang sama pohon itu dan sekarang sudah berada di
atas pohon, karena diangkat oleh pohon itu. Anak laki-laki itu menangis.
Pada saat itu juga, pohonnya
berbicara “Em…makanya jangan suka menebang liar kami. Kami, para pohon sangat
tersiksa. Anak-anakku yang masih kecil ditebang, tinggal aku sendiri dan
teman-temannku yang menunggu untuk ditebang. Oh, manusia teganya pada keluarga
kami. Dan para manusia pada membuang sampah di tempat kami. Kami, para pohon
pada sakit, karena banyak sampah berada di sekitar kami. Sama seperti manusia,
pohon juga bisa sakit. Tetapi, juga ada manusia yang peduli sama kami. Mereka
menanam pohon dan membuang sampah di tempatya. Walaupun pohon tidak bisa
melawan manusia, tapi tolong, haragailah kami! Aku tau, memang pohon ada
saatnya untuk ditebang, tetapi menebangnya pilih-pilih, bukan yang masih kecil
yang ditebang. Aku yang pantas ditebang bukan anakku! Hiks… Walaupun para manusia
sudah tau akibatnya tebang liar, tapi masih ada juga manusia yang menebang
dengan liar.”
Mereka semua terharu, tak terkecuali anak
laki-laki itu dan para dewasa di rumah itu.
Anak laki-laki itu memeluk pohon itu dan
berkata “Maafin aku pohon, aku berjanji, aku enggak akan melakukan ini lagi,
selamanya, aku janji pohon! Janji!”
Orang tuanya pun akhirnya muncul juga
dan juga memeluk pohon itu. 2 guru pendamping pun muncul seketika bersama 3
polisi. Roky dan kawan-kawannya bingung semua dengan kejadian ini.
“Pak polisi…” kata salah 1 guru.
“Iya, ada apa pak?” jawab polisi
itu.
“Gini pak, apa lebih baik anak penebang liar ini
kami bawa ke asrama sekolah alam al muttaqin ya? Nanti kami yakin, dia akan
lebih baik dari sekarang ini. “ kata Pak Guru.
“Wah, boleh tuh, anaknya mau nggak?” tanya Pak
Polisi.
Anaknya pun mengangguk, orang
tuanya juga mengangguk. Pak Polisi menangkap orang tua anak itu dan 1 laki-laki
dewasa sedangkan anak itu berubah dan sekarang menjadi sahabat dengan Roky dan
kawan-kawan dan mengikuti gerakan go green friends.
Nb : ternyata
yang membuat pohon bergerak dan berbicara itu adalah Pak Polisi dan guru.
Haha…Tetapi tidak ada yang tau itu, yang
tau hanya Pak Polisi dan guru. Jadi, itu bukan
keajaiban
kan? Tapi bagaimanana ya caranya menggerakan ranting itu? Tanya aja sama Pak
Polisi dan gurunya ya! Pasti mereka njawabnya “Rahasia” Haha… Yang
penting bisa membuat seseorang sayang sama bumi kita. Makanya kita harus SAYANG
SAMA BUMI YA!